Hallo para pecinta kopi sekalian, bagaimana kabarnya di hari ini? Sudah ngopi apa belum? Kalau belum silahkan bikin kopi dulu sambil menikmati tulisan kecil di blog ini. Jangan lupa sarapan jika memang di perlukan.
Minum kopi adalah hal rutin dan wajib bagi sebagian orang, tetapi bagi sebagian lainya adalah masalah besar terutama bagi mereka yang memiliki masalah lambung. Bahkan slogan slogan “ngopi dulu biar tidak salah paham” atau sejenisnya tidak mampu menumbuhkan keberanian minum kopi bagi pengidap penyakit lambung.
Tapi tahukah anda bahwa kopi sachet itu hanya memiliki 25% kandungan kopi? Selebihnya adalah campuran campuran dari jagung, nangka atau lainnya. Maka jangan heran jika setelah minum kopi sachet perut terasa mulas dan tidak nyaman.B ahkan para pecinta kopi mania-pun mengalami mulas ketika minum kopi sachet. Ini karea kandungan kopi yang sedikit, lalu campuran bahan lain yang membuat lambung memberikan respon negatif sehingga kerja lambung menjadi tidak baik. Maka timbulah rasa mulas seperti biasanya.
Iklan yang menggoda-lah yang menyebabkan kopi instan menjadi laris dan memberikan sugesti bahwa kopi tersebut “nikmat”. Harganya juga murah, kita hanya perlu mengeluarkan uang dan tenaga sedikit untuk ngopi. Cukup ke warung terdekat, seduh dan “ngopi”.
2. Penyebab kedua cara penyeduhan kopi
Dalam jangka pendek tidak terasa bagi yang berlambung kuat. Tapi bagi yang lambungnya tidak kuat ini adalah “sumber penyakit”. Cara penyajian kopi dengan di seduh air mendidih adalah tidak benar. Karena kopi tidak benar benar matang 100% sehingga ketika di minum apalagi dengan segera, proses pematangan kopi masih terjadi di dalam perut. Artinya perut kita secara tidak langsung ikut menjadi pabrik pengolahan kopi.
Sekarang mari kita coba dengan cara baru yang terbukti aman bagi lambung yitu dengan menggodok kopi sebelum di minum dengan air matang dan mendidih. Kopi yang di masak atau di godok lebih matang dan lebih aman karena proses pematangan dan pemisahan sari kopi atau kafein terjadi saat di masak alias di luar perut.
Cara ini memang ribet dan lama, tapi minum kopi dengan cara ini bisa di bilang lebih baik dan aman.
Ingat minum kopi adalah seni, bukan sekedar asal seruput saja.
Minum kopi adalah hal rutin dan wajib bagi sebagian orang, tetapi bagi sebagian lainya adalah masalah besar terutama bagi mereka yang memiliki masalah lambung. Bahkan slogan slogan “ngopi dulu biar tidak salah paham” atau sejenisnya tidak mampu menumbuhkan keberanian minum kopi bagi pengidap penyakit lambung.

Meskipun dalam keadaan darurat dan butuh asupan kafein seperti saat di serang kantuk, para pemilik penyakit lambung tetap tidak berani mencobanya. Ya, tentu saja karena resikonya tidak sebanding dengan manfaatnya.Jangan sampai gara gara minum kopi malah berujung masuk rumah sakit.
Sebenarnya pemilik penyakit lambung tetap bisa menikmati kopi asal dengan cara penyajian dan kadar yang benar.
Lalu bagaiamana cara mengkonsumsi kopi yang aman bagi lambung?
Banyak orang melakukan kesalahan dalam penyajian dan memilih kopi yang tepat untuk di konsumsi sehingga setelah minum kopi mereka merasa tidak enak atau mulas.
Sebenarnya pemilik penyakit lambung tetap bisa menikmati kopi asal dengan cara penyajian dan kadar yang benar.
Lalu bagaiamana cara mengkonsumsi kopi yang aman bagi lambung?
Banyak orang melakukan kesalahan dalam penyajian dan memilih kopi yang tepat untuk di konsumsi sehingga setelah minum kopi mereka merasa tidak enak atau mulas.
1. Penyebab pertama adalah pemilihan kopi

Di negara kita ini banyak petani kopi,t etapi anehnya kita tidak mengonsumsi kopi kita sendiri. Harga yang sedikit mahal tentu menjadi pertimbangan nomer satu. Sehingga kita memilih kopi dengan harga murah. Ada 2 jenis kopi yang beredar di Indonesia, yaitu arabika dan robusta. Namun kebanyakan kita memilih kopi arabika yang harganya jauh lebih murah.
Kopi robusta memang mahal, makanya sering di export karena harga jualnya tinggi sementara permintaan pasa juga sangat banyak. Berbeda denga kopi arabika yang murmer alias murah meriah.
Bahkan tidak jarang kita mengkonsumsi kopi instant, atau kopi sachet yang di jual bebas.
Tapi tahukah anda bahwa kopi sachet itu hanya memiliki 25% kandungan kopi? Selebihnya adalah campuran campuran dari jagung, nangka atau lainnya. Maka jangan heran jika setelah minum kopi sachet perut terasa mulas dan tidak nyaman.B ahkan para pecinta kopi mania-pun mengalami mulas ketika minum kopi sachet. Ini karea kandungan kopi yang sedikit, lalu campuran bahan lain yang membuat lambung memberikan respon negatif sehingga kerja lambung menjadi tidak baik. Maka timbulah rasa mulas seperti biasanya.
Iklan yang menggoda-lah yang menyebabkan kopi instan menjadi laris dan memberikan sugesti bahwa kopi tersebut “nikmat”. Harganya juga murah, kita hanya perlu mengeluarkan uang dan tenaga sedikit untuk ngopi. Cukup ke warung terdekat, seduh dan “ngopi”.
2. Penyebab kedua cara penyeduhan kopi

Pernahkan anda menyeduh kopi dengan air termos atau pemanas air instan? Jika iya sebaiknya anda segera merubah kebiasaan ini. Bahaya kah?
Dalam jangka pendek tidak terasa bagi yang berlambung kuat. Tapi bagi yang lambungnya tidak kuat ini adalah “sumber penyakit”. Cara penyajian kopi dengan di seduh air mendidih adalah tidak benar. Karena kopi tidak benar benar matang 100% sehingga ketika di minum apalagi dengan segera, proses pematangan kopi masih terjadi di dalam perut. Artinya perut kita secara tidak langsung ikut menjadi pabrik pengolahan kopi.
Sedangkan lambung harusnya menerima sesuatu yang sudah matang atau sudah jadi. Atau dengan kata lain kita tidak minum sari kopi tetapi minum semua kopinya dari yang mentah, setengah matang, dan yang matang.
Sekarang mari kita coba dengan cara baru yang terbukti aman bagi lambung yitu dengan menggodok kopi sebelum di minum dengan air matang dan mendidih. Kopi yang di masak atau di godok lebih matang dan lebih aman karena proses pematangan dan pemisahan sari kopi atau kafein terjadi saat di masak alias di luar perut.
Cara ini memang ribet dan lama, tapi minum kopi dengan cara ini bisa di bilang lebih baik dan aman.
Ingat minum kopi adalah seni, bukan sekedar asal seruput saja.
3. Penyebab ketiga adalah minum kopi yang sudah dingin

Jika anda menemukan kopi bisa di seduh dingin, itu aslinya bukan kopi tapi hanya minuman rasa kopi. Para penikmat kopi biasanya jika menyeduh kopi hanya sedikit, biasanya cangkir kecil. Ini bertujuan agar kopi yang diminum saat panas adalah sessuai kadar yang di kehendaki.
Jika kopi di seduh terlalu banyak dan tidak habis pada posisi panas, maka yang terjadi adalah menjadi “racun” dalam lambung. Racun di sini maksudnya adalah menyebabkan sakit lambung, sebah atau mungkin sakit perut berujung mencret. Jadi minum kopi itu ada seni dan caranya, bukan asal ngopi dan bukan asal kopi.
Nah setelah anda mengetahui 3 kesalahan fatal saat "ngopi" di atas, anda bisa menghindarinya untuk dapat ngopi yang berkualitas dan tidak hanya sekedar ngopi.